Surabaya — Komitmen dalam mengembangkan riset dan inovasi berbasis warisan budaya diwujudkan melalui penyelenggaraan The 4th Trunodjoyo Madura Internasional Conference (TMIC) 2026 oleh Universitas Trunodjoyo Madura (UTM), Kamis (8/10).
Kegiatan tersebut mengusung tema “Bridging Hertage and Innovation for a Sustainable Future”, konferensi yang berlangsung di Oakwood Hotel, Mulyorejo, Surabaya. Diikuti sekitar 250 peserta dari sejumlah Universitas di Indonesia, Thailand, Malaysia, dan negara lainnya.
Bertempat di ruang presentasi yang telah disediakan, para peserta memaparkan hasil riset dan inovasi yang mencakup berbagai sektor, mulai dari kelautan, kehutanan, kesehatan, hingga teknologi. Kegiatan ini menjadi ruang akademik untuk berbagi gagasan, bertukar pengetahuan, serta memperluas wawasan mengenai perkembangan penelitian yang berorientasi pada keberlanjutan dan kebutuhan masyarakat.
Salah satu tim dari Universitas Trunodjoyo Madura turut mempresentasikan penelitian Melalui inovasi kreatif dan pemanfaatan teknologi, limbah minyak berpotensi diolah menjadi Biodiesel sebagai alternatif energi serta dikembangkan menjadi bahan baku produk skincare melalui proses pengolahan yang tepat dan aman. Inovasi ini menjadi langkah nyata dalam mengurangi pencemaran lingkungan sekaligus menciptakan nilai tambah dari limbah.

Tidak hanya menjadi ruang berbagi pengetahuan, kegiatan ini juga memperkuat kolaborasi di tingkat nasional maupun internasional, sekaligus mendorong pengembangan inovasi dan hilirisasi hasil penelitian.
Sekertaris LPPM Ir. M. Latif, S.Kom., M.T. dalam wawancaranya menjelaskan bahwa TMIC 2026 tidak hanya menjadi kegiatan formalitas saja tetapi juga menjadi wadah untuk membangun dan memperkuat jejaring di luar negeri.
Melalui kegiatan ini, Universitas Trunodjoyo Madura diharapkan terus menghadirkan riset yang inovatif, kolaboratif, dan memberikan dampak nyata bagi masyarakat serta lingkungan.
(Iln,Fsl/Dvn,Glh)





