Bangkalan — Universitas Trunodjoyo Madura (UTM) menerima kunjungan delegasi Konsulat Jenderal Amerika Serikat (AS) Surabaya dalam agenda Diplomatic Visit and Academic Dialogue yang berlangsung di Aula Syaikhona Muhammad Kholil, Gedung Graha Utama Lantai 10, pada Selasa (6/10).
Kegiatan dimulai dengan pembukaan dan penyambutan delegasi Konsulat Jenderal AS Surabaya, dilanjutkan dengan rangkaian sambutan dari pihak UTM dan perwakilan Konsulat Jenderal AS. Dalam sambutannya, Wakil Rektor UTM, Surokim, S.Sos., S.H., M.Si., menyampaikan ucapan selamat datang kepada Konsul Jenderal AS di UTM.
Ia menyampaikan bahwa UTM menyambut baik peluang kolaborasi maupun kerja sama dengan pihak eksternal yang dapat memberikan kontribusi terhadap pengembangan pendidikan, pembelajaran, dan penelitian di lingkungan universitas.
Sementara itu, perwakilan Konsulat Jenderal AS, Chris Green, menyampaikan pentingnya mempererat hubungan antara masyarakat Indonesia dan Amerika Serikat. Ia berharap kolaborasi yang dibangun dapat terus berjalan dan berkembang melalui hubungan yang kuat dan erat.
Menurutnya, hubungan antarmasyarakat menjadi salah satu kunci penting dalam membangun kerja sama. Melalui kolaborasi, berbagai kebijakan dan program bantuan dapat diwujudkan sekaligus mendorong kedua pihak untuk menghadapi dan menyelesaikan berbagai tantangan secara bersama.
Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pertukaran suvenir sebagai simbol hubungan dan kerja sama antara UTM dan Konsulat Jenderal AS Surabaya, serta sesi foto bersama.

Memasuki sesi utama, kegiatan dilanjutkan dengan Interactive Dialogue with Students, Faculty, and UPA Leaders yang dipandu oleh moderator Zakiyatul Mufidah, S.S., M.A., Ph.D. Sesi tersebut menjadi ruang interaktif bagi sivitas akademika UTM untuk berdialog secara langsung dengan perwakilan Konsulat Jenderal AS Surabaya.
Dalam sesi dialog, Chris Green menekankan peran penting perguruan tinggi dalam menghubungkan masyarakat secara global. Menurutnya, universitas tidak hanya berperan dalam memberikan pengetahuan akademik, tetapi juga membentuk mahasiswa agar mampu berpikir, berkomunikasi, berkolaborasi, serta menjadi bagian dari komunitas global.

Kegiatan kemudian ditutup dengan sesi foto bersama yang melibatkan pimpinan UTM, Konsul Jenderal AS Surabaya, perwakilan Konsulat Jenderal AS, serta jajaran pimpinan universitas dan UPA. Agenda Diplomatic Visit and Academic Dialogue ini diharapkan menjadi awal bagi penguatan kolaborasi dan terbukanya peluang kerja sama yang lebih luas antara UTM dan Konsulat Jenderal AS Surabaya.
(Jul/Nr)





