Bangkalan — Jurusan Teknik Informatika Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sukses menggelar kegiatan kuliah tamu kepemimpinan akademik dan riset yang diikuti oleh mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Informatika. Kegiatan ini dilaksanakan sebagai langkah strategis dalam membekali civitas akademika mengenai pentingnya tata kelola riset berkelanjutan dan pengembangan ekosistem akademik yang unggul.
Rangkaian acara diawali sejak pagi hari dengan pembacaan doa bersama agar seluruh kegiatan berjalan dengan lancar. Acara kemudian dilanjutkan dengan sambutan hangat dari Wakil Dekan 1 Fakultas Teknik UTM, Dr. Ir. Weny Findiastuti, S.T., M.T. Dalam sambutannya, beliau menekankan pentingnya penguatan iklim riset serta kepemimpinan akademik yang adaptif dalam menghadapi tantangan perguruan tinggi saat ini.
Kuliah tamu ini menghadirkan pemateri internasional utama, Assoc. Prof. Dr. Mahadi Bahari, selaku Deputy Dean (Research, Innovation & Development) Faculty of Management, Universiti Teknologi Malaysia. Beliau menyampaikan materi mendalam bertajuk “Strategic Academic Leadership for Research: From Managing Research Performance to Leading Research Excellence”.

Dalam pemaparannya, Assoc. Prof. Dr. Mahadi Bahari menggarisbawahi pentingnya pergeseran pola pikir dari sekadar Research Management yang berfokus pada proses pelaporan tahunan, menuju Strategic Research Leadership yang menentukan arah strategis, membangun kapasitas jangka panjang, dan membentuk budaya riset. Beliau menjelaskan bahwa kepemimpinan akademik harus mampu menyeimbangkan tiga pilar utama (Leadership Tension), yaitu Performance (pencapaian target luaran dan hibah), People (pengembangan bakat dan beban kerja), serta Purpose (kualitas dan nilai dampak bagi masyarakat). Menurutnya, keunggulan riset tidak dapat dibangun hanya dengan mengejar target KPI angka semata.
Lebih lanjut, pemateri mengenalkan kerangka kerja strategis LEAD Faculty Research Excellence Framework. Kerangka kerja ini mencakup empat pilar utama, yaitu:
- Lead with Strategy: Menentukan arah dan prioritas riset secara jelas serta memperhatikan leading indicators untuk membangun kapabilitas, bukan hanya berpatokan pada lagging indicators.
- Enable Talent: Mengembangkan potensi para peneliti melalui jenjang karier yang jelas, serta membedakan peran mentoring yang memberikan masukan dengan sponsorship yang membukakan peluang.
- Activate Collaboration: Membangun jejaring kemitraan dan mendorong kolaborasi agar berkembang dari sekadar dokumen kesepakatan MoU menjadi kerja sama nyata (co-production) yang menghasilkan dampak luaran.
- Design for Equity: Menjamin akses peluang dan dukungan yang adil serta transparan bagi seluruh peneliti agar ekosistem riset tumbuh secara inklusif.
Beliau juga membagikan pelajaran kepemimpinan kunci (Five Leadership Lessons), di antaranya menekankan penetapan arah sebelum beraktivitas (direction before activity), mengembangkan SDM sebelum menuntut luaran (develop people before demanding more output), memastikan jejaring menghasilkan dampak nyata, memperkuat keadilan (equity), serta membangun ekosistem riset secara utuh.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi pertanyaan interaktif. Para mahasiswa Sistem Informasi dan Teknik Informatika tampak sangat antusias mendalami topik pembahasan, khususnya mengenai strategi implementasi kolaborasi riset dan pengembangan karier akademik. Rangkaian acara kemudian ditutup dengan sesi dokumentasi bersama antara pemateri, dan seluruh peserta sebelum acara resmi berakhir.
(Amn)





